Sabtu (12/02/2022) Jurusan Pendidikan Bahasa Arab bekerja sama dengan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) PBA dalam rangka mengadakan Yudisium Akhir Semester jurusan PBA bertempat di Gedung AULA FITK IAIN Sultan Amai Gorontalo. Yudisium ini merupakan salah satu kegiatan jurusan Pendidikan Bahasa Arab yang dilaksanakan pada setiap akhir perkuliahan semester Ganjil. Kegiatan ini dibuat sebagai bentuk apresiasi kepada beberapa mahasiswa yang telah berhasil memperoleh nilai tertinggi selama satu semester perkuliahan. Selain untuk memberikan apresiasi kepada mahasiswa, yudisium juga merupakan salah satu bentuk silaturahmi antar mahasiswa dan dosen-dosen PBA.
Jurusan Pendidikan Bahasa Arab dikenal akan kentalnya nilai kekeluargaan yang ada di dalamnya. Kegiatan-kegiatan seperti ini sangat didukung oleh para dosen karena tidak hanya memberikan apresiasi kepada mahasiswa yang telah meraih prestasi, akan tetapi juga dapat meningkatkan motivasi mahasiswa lain sehingga mereka bisa memaksimalkan lagi cara belajar mereka.
Yudisium dihadiri oleh dosen dan seluruh mahasiswa PBA. Acara yang berlangsung hangat tersebut sangat dinikmati oleh para mahasiswa dan dosen. Bagaimana tidak, setelah melalui berbagai tantangan selama kurang lebih 6 bulan, jurusan kembali memberikan apresiasi yang pastinya sangat berharga bagi para mahasiswa yang telah menerima penghargaan. Penghargaan kali ini diberikan dalam bentuk Piagam dan PIN penghargaan.

Gambar 1.
Pemberian Penghargaan Mahasiswa dengan Nilai Tertinggi Angkatan 2019
Penerima penghargaan pada Yudisium tersebut di mulai dari Nilai tertinggi per-angkatan. Angkatan 2019, 2020 dan 2021. Masing-masing angkatan dipilih 5 orang nilai tertinggi.

Gambar 2.
Pemberian Penghargaan Mahasiswa dengan Nilai Tertinggi Angkatan 2020
Acara dibuka oleh Ketua Jurusan Pendidikan Bahasa Arab Iain Sultan Amai Gorontalo. Selain membuka kegiatan Yudisium 2022, jurusan juga memberikan nasehat dan beberapa kata motivasi agar mahasiswa selalu terdorong untuk memaksimalkan cara belajarnya. “Nilai bukanlah segalanya, namun nilai merupakan tolak ukur sudah sampai dimana usaha kita dalam belajar”. Selain kaprodi, ada juga beberapa Mahasiswa yang diberikan kesempatan untuk menyampaikan kesan dan pesan terkait Yudisium. Salah satunya yaitu Kamaluddin Mahasiswa semester 5 yang pada saat itu sudah memasuki jenjang berikutnya yaitu semester 6. Mahasiswa yang akrab disapa Mas Kamal itu mengaku terdorong dan dibuat sadar setelah melihat beberapa Mahasiswa yang telah meraih nilai tertinggi pada saat itu.

Gambar 3.
Pemberian Penghargaan Mahasiswa dengan Nilai Tertinggi Angkatan 2021

Gambar 4.
Pemberian Piagam Kepada Mahasiswa dengan Nilai Tertinggi oleh Kajur PBA Dr. Ratni Bt. H. Bahri, M.Pd.I
“Jujur saya merasa insecure dan merasa memiliki motivasi tersendiri pada saat melihat teman-teman yang ada di depan saya, kedepan saya akan lebih memaksimalkan cara belajar saya,” ungkapnnya.
Dengan gaya bicaranya yang khas, serentak seisi ruangan menjadi cair karena melihat tingkahnya, namun secara sadar bahwa ia telah mendapatkan dampak dari kegiatan tersebut. Kegiatan tersebut tidak hanya sekedar memberikan apresiasi dan bukan untuk membandingkan satu mahasiswa dengan mahasiswa lainnya akan tetapi juga merupakan salah satu cara Ketua Jurusan dan para dosen agar bisa merangkul dan bisa mengontrol para mahasiswanya agar bisa lebih baik lagi dalam membangun prodi PBA yang unggul.
Author : Jessika T. Lendeon
Editor : Ria Syarifah
