Gorontalo, 1 Juni 2025– Bisa Publik Speaking Gorontalo bersama GERKATIN (Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia) menyelenggarakan kelas bahasa isyarat bertema “Komunikasi Tanpa Suara” di Aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Gorontalo. Kegiatan ini berlangsung dari pukul 09.00 hingga 12.00 dan dihadiri oleh berbagai peserta yang antusias untuk belajar.
Sebagai pemateri, Rahayu Liando, seorang teman tuli dan pengurus GERKATIN Gorontalo, membagikan pengetahuan dan keterampilan dalam berkomunikasi menggunakan bahasa isyarat. Rahayu menjelaskan pentingnya bahasa isyarat dalam menjembatani komunikasi antara masyarakat umum dan penyandang tunarungu.

Dari Forum Literasi Pendidikan Bahasa Arab FITK IAIN Sultan Amai Gorontalo, Ardiansyah Mappaenre, Amalia Sabrilla K. Mardjo, dan Reva Mamonto berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini. Mereka menyampaikan harapan agar dapat menerapkan ilmu yang didapat dalam mengajarkan bahasa isyarat kepada anggota Forum Literasi Pendidikan Bahasa Arab lainnya. “Kami percaya bahwa kemampuan berkomunikasi tanpa suara ini sangat penting, terutama dalam menciptakan lingkungan yang inklusif,” ungkap Ardiansyah.
Ketua Jurusan Pendidikan Bahasa Arab, Dr. Ratni Bt. Hj. Bahri, M.Pd.I, juga memberikan pendapatnya tentang kegiatan ini. “Kelas bahasa isyarat ini sangat relevan, terutama dalam konteks pendidikan yang inklusif. Kami berharap mahasiswa kami dapat memahami dan menghargai keberagaman, serta menerapkan ilmu ini untuk membantu sesama,” ujarnya. Ia menekankan pentingnya pemahaman lintas budaya dalam proses pembelajaran, sehingga semua individu dapat berkomunikasi dengan baik tanpa batasan.
Koordinator Bisa Public Speaking Gorontalo, Moh. Giat Liputo, menyatakan, “Kami berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan yang meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang komunikasi yang inklusif.” Ketua Panitia, Frangki Dunggio, juga menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan langkah awal untuk menjalin kerjasama lebih luas dalam bidang literasi dan komunikasi. Founder Bisa Public Speaking, Elmawati Wijaya, S.Pd., CPSS, berharap kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi lebih banyak orang untuk belajar dan berpartisipasi dalam menciptakan lingkungan yang ramah bagi penyandang disabilitas.

Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang bahasa isyarat, tetapi juga untuk membangun kesadaran akan pentingnya inklusi sosial bagi penyandang disabilitas. Dengan adanya kelas ini, diharapkan lebih banyak orang dapat memahami dan menggunakan bahasa isyarat dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui inisiatif seperti ini, GERKATIN berupaya untuk meningkatkan kesejahteraan dan integrasi sosial tunarungu di Gorontalo. Kegiatan ini menjadi langkah penting dalam menciptakan komunikasi yang lebih efektif dan menghargai keberagaman.
Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) IAIN Gorontalo berharap bahwa kegiatan kelas bahasa isyarat ini dapat meningkatkan keterampilan komunikasi mahasiswa, khususnya dalam berinteraksi dengan penyandang tunarungu. Dengan memahami bahasa isyarat, mahasiswa diharapkan tidak hanya mampu mengajarkan materi pembelajaran secara inklusif, tetapi juga menjadi agen perubahan dalam menciptakan lingkungan yang lebih ramah dan peka terhadap keberagaman. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat jaringan antara prodi dan komunitas, serta memberikan wawasan baru yang dapat diintegrasikan dalam kurikulum pendidikan, sehingga menciptakan lulusan yang lebih siap menghadapi tantangan di masyarakat.
Author : Ria Syarifah
