Gorontalo, Selasa 10 Februari 2026 – Mahasiswa dan dosen Jurusan Pendidikan Bahasa Arab Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) IAIN Sultan Amai Gorontalo mengikuti Studium General yang berlangsung di Aula FITK. Acara ini dihadiri oleh berbagai unsur pimpinan fakultas, prodi, dosen, dan mahasiswa. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wawasan terbaru mengenai perkembangan teknologi, khususnya dalam bidang pendidikan.
Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor 1, Dr. Herson Anwar, M.Pd., yang memberikan sambutan hangat kepada seluruh peserta. Dalam sambutannya, Dr. Herson menekankan pentingnya adaptasi terhadap perkembangan teknologi di era digital. “Di era transformasi digital ini, kita harus siap menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang yang ada, khususnya dalam dunia pendidikan,” ujarnya.

Dr. Herson melanjutkan, “Studium General ini merupakan salah satu langkah kita dalam mengedukasi mahasiswa tentang pentingnya pemahaman terkait teknologi, terutama kecerdasan buatan (AI) yang kini menjadi bagian integral dalam proses pembelajaran.” Ia juga mengajak semua civitas akademika untuk aktif berpartisipasi dalam diskusi dan berbagi ide terkait tema yang diangkat.
Dalam kesempatan yang sama, Dekan FITK, Prof. Dr. Arten Mobonggi, M.Pd., juga menyampaikan sambutannya. Ia mengungkapkan rasa syukur dan bangga atas pelaksanaan Studium General ini. “Tema yang diangkat sangat relevan dengan keadaan saat ini. AI sebagai teknologi baru memberi banyak kemungkinan dalam meningkatkan kualitas pendidikan,” ucapnya.
Prof. Arten mengajak mahasiswa untuk tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi juga menjadi kreator yang dapat berkontribusi dalam pengembangan tersebut. “Saya berharap mahasiswa bisa memanfaatkan kesempatan ini untuk belajar dan bertanya terkait teknologi AI yang sedang berkembang,” tuturnya.
Setelah sambutan resmi, acara dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Dr. Fatima Djafar. Dalam presentasinya, ia menjelaskan berbagai aspek AI di era digital, termasuk peluang yang dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa dan tantangan yang mungkin dihadapi. “AI bisa digunakan untuk personalisasi pembelajaran, tetapi kita juga harus menyadari tantangan etika dan privasi yang menyertainya,” terang Dr. Fatima.

Diskusi yang berlangsung sangat interaktif, dengan banyak mahasiswa yang aktif bertanya dan berbagi pandangan. Beberapa di antaranya mengungkapkan kekhawatiran mengenai dampak negatif AI terhadap dunia pendidikan, sementara yang lain melihatnya sebagai alat bantu yang efektif dalam proses belajar mengajar.

Acara ini juga dimeriahkan dengan sesi tanya jawab yang menghadirkan banyak pemikiran baru dari mahasiswa. “Saya sangat terinspirasi dengan pemaparan ini. Saya merasa semakin termotivasi untuk memahami lebih dalam tentang AI dan bagaimana cara memanfaatkannya dalam pendidikan,” ungkap salah satu mahasiswa.

Dengan berakhirnya Studium General ini, diharapkan peserta dapat lebih siap menghadapi tantangan di era digital, serta mampu memanfaatkan teknologi dengan bijak untuk kemajuan pendidikan di Indonesia. Acara diakhiri dengan penyerahan plakat kepada pembicara sebagai bentuk penghargaan atas kontribusinya dalam kegiatan tersebut.
Author : Ria Syarifah
