Gorontalo, 10 Juni 2025 – Dalam rangka meningkatkan kompetensi pengajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA), dosen dari jurusan Pendidikan Bahasa Arab Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) IAIN Sultan Amai Gorontalo, telah berpartisipasi dalam kegiatan Bimbingan Teknis Pengajaran BIPA yang diselenggarakan oleh Kantor Bahasa Provinsi Gorontalo. Kegiatan ini berlangsung dari tanggal 10 hingga 12 Juni 2025 di Hotel Fox, Kota Gorontalo.
Acara ini dihadiri oleh berbagai pengajar BIPA dari berbagai institusi pendidikan di Gorontalo. Melalui bimbingan teknis ini, diharapkan para pengajar BIPA dapat memperoleh pemahaman yang lebih dalam tentang teknik pengajaran yang efektif dan inovatif. Dengan begitu, mereka mampu menyampaikan materi pelajaran dengan cara yang lebih menarik dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Dr. Arie Andrasyah Isa, Kepala Kantor Bahasa Provinsi Gorontalo, membuka acara dengan menyampaikan pentingnya penguasaan bahasa Indonesia bagi penutur asing. Beliau menekankan bahwa pengajaran yang baik tidak hanya berfokus pada aspek linguistik, tetapi juga pada pemahaman budaya yang melekat dalam penggunaan bahasa. Hal ini menjadi kunci dalam menciptakan interaksi yang lebih baik antara pengajar dan peserta didik.
Salah satu sesi yang paling dinanti adalah materi yang disampaikan oleh Prof. Gatut Susanto, M.M, M.Pd. Dalam presentasinya, beliau membahas pentingnya pendekatan komunikatif dalam pengajaran BIPA. Prof. Gatut menekankan bahwa pembelajaran bahasa harus melibatkan kegiatan yang mendorong interaksi antar peserta didik. Beliau juga memperkenalkan teknik role-play dan simulasi sebagai metode yang efektif untuk meningkatkan keterampilan berbicara dan mendengarkan siswa.

Dr. Ratni Bt. Hj. Bahri, M.Pd.I, salah satu dosen yang mengikuti kegiatan ini, mengungkapkan pendapatnya mengenai materi dan pengalaman selama bimbingan teknis. “Kegiatan ini sangat bermanfaat dan memberikan banyak insight baru dalam pengajaran BIPA. Saya merasa bahwa pendekatan yang diajarkan, terutama penggunaan teknologi dan metode interaktif, akan sangat membantu dalam meningkatkan efektivitas pengajaran di kelas,” ujarnya. Dr. Ratni juga menambahkan bahwa kolaborasi antar pengajar dari berbagai institusi membuka peluang untuk saling belajar dan bertukar pengalaman.
Selama tiga hari pelaksanaan, berbagai sesi pelatihan dan diskusi diadakan untuk membahas metode dan strategi pengajaran yang efektif. Dosen FITK IAIN Sultan Amai Gorontalo terlibat aktif dalam setiap sesi, berbagi pengalaman dan pengetahuan dengan pengajar lainnya. Ini menjadi kesempatan yang berharga untuk saling bertukar ide dan praktik terbaik dalam pengajaran BIPA.

Peserta juga diberikan materi tentang penggunaan teknologi dalam pembelajaran, yang semakin relevan di era digital saat ini. Dosen-dosen diajak untuk memanfaatkan berbagai platform digital sebagai alat bantu mengajar, sehingga proses belajar mengajar menjadi lebih interaktif dan menyenangkan. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan motivasi siswa dalam belajar bahasa Indonesia.
Kegiatan ini tidak hanya bermanfaat bagi pengajar, tetapi juga bagi institusi masing-masing, termasuk IAIN Sultan Amai Gorontalo. Dengan peningkatan kompetensi pengajar, kualitas pengajaran di jurusan Pendidikan Bahasa Arab juga akan meningkat, memberikan dampak positif bagi mahasiswa yang belajar di sana.
Penutupan acara diakhiri dengan penyerahan sertifikat kepada semua peserta yang telah mengikuti bimbingan teknis ini. Dosen FITK IAIN Sultan Amai Gorontalo pulang dengan semangat baru dan berbagai pengetahuan yang siap diterapkan dalam proses pembelajaran di kampus. Kegiatan ini membuktikan komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Gorontalo, khususnya dalam pengajaran BIPA.
Author : Ria Syarifah
