Mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) IAIN Sultan Amai Gorontalo mengikuti kegiatan “Sosialisasi dan Edukasi K3L” yang berfokus pada pengenalan prosedur darurat, penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K), sekaligus pemasangan rambu evakuasi dan larangan merokok di area kampus. Kegiatan yang berlangsung di Aula FITK, Gorontalo pada Selasa, 12 Oktober 2023 ini diselenggarakan oleh Tim Gugus K3L Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN Sultan Amai Gorontalo sebagai upaya membangun budaya keselamatan serta kepedulian lingkungan kampus.
Dalam sambutannya, Dekan FITK, Dr. Said Subhan Posangi, M.Pd, menyampaikan bahwa keselamatan dan kesehatan kerja/lingkungan merupakan bagian penting dalam kehidupan akademik maupun aktivitas kelembagaan. Dekan menekankan bahwa sosialisasi K3L bukan hanya menjadi pengetahuan teoritis, tetapi juga harus dipahami dan dipraktikkan saat menghadapi situasi darurat. “Kami berharap seluruh civitas akademika dapat memahami prosedur yang tepat, menggunakan APAR dengan benar, serta mampu memberikan pertolongan pertama secara cepat dan bertanggung jawab,” ujarnya. Dekan juga menegaskan pemasangan rambu evakuasi dan penegasan larangan merokok sebagai langkah nyata untuk mencegah risiko kebakaran dan menjaga kenyamanan kampus.

Acara kemudian menghadirkan pemaparan dari Bayu Saputra Dullah, M.Pd dan Mariaty Podungge, M.Pd selaku pemateri, yang memandu peserta mengenai langkah-langkah kesiapsiagaan saat terjadi keadaan darurat, baik dari aspek penanganan awal hingga alur evakuasi. Para pemateri juga menjelaskan pentingnya penggunaan APAR sesuai prosedur, serta peran P3K untuk meminimalkan dampak cedera sebelum penanganan lebih lanjut dilakukan oleh pihak berwenang. Melalui pemaparan dan edukasi yang sistematis, peserta diarahkan agar memiliki pengetahuan praktis yang dapat diterapkan kapan pun diperlukan.
Sementara itu, Ketua Jurusan PBA, Dr. Ratni Bt. Hj. Bahri, M.Pd.I, menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan K3L tersebut. Menurutnya, mahasiswa sebagai bagian dari komunitas kampus perlu dibekali keterampilan keselamatan agar mampu melindungi diri dan orang lain. “Kegiatan seperti ini sangat penting karena membentuk kesiapsiagaan dan membangun kebiasaan aman di lingkungan kampus. Mahasiswa tidak hanya belajar di kelas, tetapi juga harus siap menghadapi kondisi nyata,” katanya. Ketua jurusan juga berharap setelah kegiatan ini, mahasiswa dapat menjadi agen informasi keselamatan di lingkungan masing-masing, termasuk menyebarkan pemahaman terkait rambu evakuasi dan disiplin larangan merokok.
Di sisi lain, kegiatan ini juga menjadi ruang pembelajaran budaya lingkungan yang lebih tertib, melalui penegasan pentingnya kepatuhan terhadap rambu keselamatan serta larangan merokok di area kampus. Harapannya, melalui edukasi tersebut, lingkungan akademik menjadi lebih aman, bersih, dan minim potensi risiko kebakaran maupun kecelakaan. Selain mahasiswa, kegiatan juga memperkuat sinergi antar unsur di lingkungan FITK melalui peran tim pelaksana serta keterlibatan pihak struktural dalam mendukung penerapan standar keselamatan di kampus.
Sebagai penutup, kegiatan ini memberikan manfaat langsung bagi peserta, khususnya mahasiswa Jurusan PBA, dalam bentuk peningkatan pemahaman prosedur darurat, kemampuan dasar penanganan awal melalui P3K, serta pemahaman penggunaan APAR secara tepat. Lebih dari itu, sosialisasi dan edukasi K3L juga diharapkan menjadi fondasi pembentukan karakter keselamatan dan kepedulian lingkungan bagi seluruh civitas akademika. Dengan terselenggaranya program ini, IAIN Sultan Amai Gorontalo diharapkan semakin konsisten membangun kampus yang aman, nyaman, dan bertanggung jawab terhadap keselamatan serta kesehatan kerja/lingkungan.
Author : Ria Syarifah