Gorontalo_Jurusan Pendidikan Bahasa Arab, IAIN Sultan Amai Gorontalo kembali meraih prestasi yang sangat baik di tingkat Provinsi Gorontalo tahun 2022. Kali ini berkat kegigihan Muhamad Danuarta yang berhasil meraih juara ke-II pada kategori lomba kaligrafi, cabang hiasan mushaf pada ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke X, di Desa Ulantha, Kecamatan Suwawa, 22 – 28 Juni 2022.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an ini diadakan dengan tujuan untuk menjaring dan menyeleksi peserta terbaik yang akan mewakili Gorontalo pada MTQ Nasional tahun 2022 yang akan diselenggarakan di Provinsi Kalimantan Selatan.
Mohamad Danuarta merupakan mahasiswa semester II jurusan Pendidikan Bahasa Arab Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN Sultan Amai Gorontalo yang cukup aktif dalam mengikuti kegiatan – kegiatan yang diadakan oleh jurusan seperti tilawah dan pelatihan kaligrafi. Karena kegigihannya berlatih dalam bidang yang disukai inilah yang mengantarkannya meraih juara ke-II lomba kaligrafi cabang hiasan mushaf, mengalahkan 11 peserta dari kabupaten dan kota yang berada di Provinsi Gorontalo.
Kejuaraan ini membawa harum nama jurusan PBA IAIN Sultan Amai Gorontalo yang mampu bersaing dengan mahasiswa yang berasal dari kampus ternama lainnya di provinsi Gorontalo. Hal ini tentunya sangat memberikan kontribusi besar bagi kemajuan PBA serta lebih menunjukkan eksistensi PBA IAIN Sultan Amai Gorontalo dikancah Nasional.

Pada acara penutupan MTQ ke X tingkat Prov. Gorontalo, Gubernur berharap bahwa agar para peserta tetap berlatih untuk mengasah bakatnya agar dapat terus mensyiarkan nilai-nilai Al-Qur’an.
“Setelah selesai acara MTQ ini, saya berharap para peserta terus meningkatkan bakatnya, dan terus mensyiarkan nilai- nilai Al-Qur’an dimanapun berada terutama di serambi madinah yaitu Gorontalo”. Tutur Gubernur Gorontalo.
Ungkapan syukur pula dilontarkan Danuarta dalam kesempatan tersebut.
“Saya bersyukur pada Allah atas keberhasilan ini, akhirnya lelahnya terbayarkan juga. Namun dengan prestasi ini saya tidak ingin menjadi pribadi yang cepat merasa puas, karena ketika sudah berpuas hati dalam satu kemenangan, maka kita tidak akan belajar lagi dan mengasah potensi yang dimilik.” papar Danuarta.
Harapannya kepada teman-teman mahasiswa untuk terus mengembangkan potensinya di bidang masing-masing, agar dapat berprestasi di kampus maupun di luar kampus. Dan tak lupa juga untuk selalu menerapkan nilai ”Al Qur’an dalam kehidupan sehari- hari”. tambah Danuarta.
Semoga ulasan ini dapat memotivasi kita agar senantiasa mengembangkan bakat yang kita miliki serta istiqomah dalam kesenian yang berkaitan dengan seni keislaman.
Penulis : Mohamad Lahay
