Gorontalo_ Dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran yang relevansi dengan perkembangan dewasa ini, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) melaksanakan Workshop Redesain Kurikulum Merdeka Kampus Merdeka Belajar.
Redesain kurikulum mengacu pada proses merancang ulang atau memodifikasi isi, struktur, dan metode pembelajaran suatu program pendidikan atau pelajaran. Tujuannya adalah untuk meningkatkan relevansi, efektivitas, dan responsivitas kurikulum terhadap perkembangan terkini, kebutuhan mahasiswa, dan perubahan dalam lingkungan sosial, ekonomi, dan teknologi.
Redesain kurikulum memungkinkan kampus untuk memastikan bahwa program pendidikan selaras dengan perkembangan teknologi, dan mahasiswa lulusan memiliki keterampilan yang relevan dan diperlukan oleh pasar kerja.
Dalam merancang ulang kurikulum, ada beberapa faktor penting yang perlu dipertimbangkan untuk memastikan keberhasilan dan relevansi program tersebut. Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN Sultan Amai Gorontalo dalam hal ini bermetamorfosis pada kurikulum terbaru yakni Kurikulum Merdeka Belajar untuk Kampus Merdeka.
Kurikulum Merdeka Belajar adalah sebuah konsep pendidikan yang diperkenalkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (sebelumnya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan) Republik Indonesia. Konsep ini bertujuan untuk mengembangkan pendidikan yang lebih adaptif, inovatif, dan relevan dengan tuntutan perkembangan zaman dan kebutuhan mahasiswa.
Kurikulum Merdeka Belajar mengusung prinsip bahwa pendidikan tidak hanya terbatas pada kelas dan kurikulum yang baku, tetapi juga melibatkan pembelajaran di luar kelas, pemanfaatan teknologi, dan pemberian ruang lebih besar kepada peserta didik untuk mengembangkan minat, bakat, dan kompetensi khusus mereka. Pendekatan ini bertujuan untuk membantu mereka menjadi lebih mandiri, kreatif, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Untuk mewujudkan program ini Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan menggelar kegiatan Workshop Redesain Kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka, Sabtu 24 Juni 2023 bertempat di Grand Q Hotel. Kegiatan ini dihadiri oleh Rektor IAIN Sultan Amai Gorontalo DR. H. Zulkarnain Suleman, M.HI, Wakil Rektor I Dr. Sofyan AP. Kau, M.HI, Ketua Senat Prof. Dr. H. Kasim Yahiji, M.Pd, Ketua LPM, pimpinan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Ketua Jurusan, Sekretaris Jurusan, Gugus Penjamin Mutu Prodi dan Stakeholder dari beberapa sekolah, terkhusus PBA sendiri mengundang Atik Mar’atus Shalihah Guru Bahasa Arab dari MAN 1 Kab.Gorontalo.

Kegiatan yang menghadirkan pemateri Dr. H. Abdul Razak, M.Si Dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sekaligus sebagai Tim Pokja PPG Ditjen Pendis Kementerian Agama RI, berkesempatan memberikan materi tentang “Tantangan Implementasi MBKM di Perguruan Tinggi”, dalam hal ini mencakup 3 Aspek antaralain; regulasi, kesiapan sumber daya dan perubahan mindset. Kegiatan yang berlangsung selama sehari ini sangat memberikan pencerahan dan manfaat yang besar bagi jurusan dalam merumuskan dan meredesain kurikulum pada masing-masing prodinya.

Pemateri bersama Rektor dan Dekan FITK IAIN Sultan Amai Gorontalo
Semoga dengan dilaksanakan kegiatan ini, dapat memberikan pemahaman dan pengalaman baru bagi perangkat jurusan dalam mengembangkan kurikulum menuju kurikulum merdeka belajar. Acara pun diakhiri dengan foto bersama dengan seluruh peserta yang hadir.
Penulis : Ria Syarifah
