Chendra Makalalag,S.Pd, Anak Petani Jurusan PBA Peraih IPK Tertinggi

Chendra Makalalag,S.Pd, Anak Petani Jurusan PBA Peraih IPK Tertinggi

BERITA PRODI

Jurusan Pendidikan Bahasa Arab Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN Sultan Amai Gorontalo, termasuk jurusan yang masih muda dalam usianya. Keberadaannya  yang jauh dari hiruk pikuk keramaian kota menjadi salah satu faktor rendahnya minat mahasiswa baru untuk masuk ke Jurusan PBA FITK IAIN Sultan Amai Gorontalo. Oleh sebab itu, pada acara wisuda pertama mahasiswa PBA tahun 2009, jumlah alumni pada saat itu hanya berjumlah tiga orang. Namun jumlah peminat dari tahun ke tahun mengalami peningkatan signifikan. Pada wisuda tahun ini, yang akan dilaksanakan pada tanggal 25 Agustus 2016, mahasiswa PBA yang akan mengikuti wisuda sarjana berjumlah 34 orang wisudawan. Jumlah ini merupakan jumlah wisudawan terbanyak sejak berdirinya Jurusan PBA.

Keberadaannya yang jauh dari hikuk kota, tidak menghalangi para mahasiswa PBA untuk mengukir prestasi. Selama dua tahun berturut-turut, mahasiswa PBA meraih prestasi sebagai alumni peraih IPK tertinggi tingkat institut.  Pada tahun 2016 ini, alumni dengan IPK  tertinggi, baik di tingkat fakultas maupun institut diraih oleh Chendra Makalalag. Mahasiswa asal Kotamobagu yang memiliki perawakan mungil, keserhanaan penampilan, dan tawadhu yang sangat tinggi ini, memiliki latar belakang pendidikan menengah dari SMK. Namun tekat yang kuat, kesungguhan, dan niat yang ikhlas untuk melanjutkan pendidikan di Jurusan Pendidikan Bahasa Arab, menyebabkan ia mampu menyaingi teman-temannya yang notabenenya berasal dari madrasah, bahkan pesantren.

Dalam sambutannya dalam Pesan dan Kesan Alumni yang disampaikan pada acara ramah tamah wisudawan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN Sultan Amai Gorontalo,tanggal 23 Agustus 2016 di Grand Palace Convention Center Kota Gorontalo, ia menyampaikan dua hal:

  • Pada awal masuk ke jurusan PBA, banyak yang memandangnya sebagai mahasiswa yang tersesat, sebab latar belakang pendidikan menengahnya yang dari SMK tidak memiliki  keterkaitan dengan Jurusan Pendidikan Bahasa Arab. Namun berkat tekat dan kerja kerasnya, ia mampu mengungguli teman-temannya yang berlatarbelakang pendidikan madrasah. Sejak awal belajar di Jurusan PBA, ia tidak pernah ragu dengan keputusannya untuk masuk jurusan PBA. Mahasiswa yang hapal 4 Juz dan Qari tersebut justru mengatakan bahwa meskipun tersesat, namun ia tersesat di jalan yang benar.
  • Untuk meraih keberhasilan, harus didukung dengan prosedur yang benar. Kesuksesan harus ditopang dengan usaha sungguh-sungguh dan mengikuti jalan-jalan yang mengantar kepada kesuksesan. Hal ini ia analogikan dengan sebuah perahu, tidak akan mungkin dapat berlayar tanpa ada air yang menjadi saranannya. Sukses dapat diraih dengan dukungan usaha keras dan langkah-langkah yang tepat dan terukur untuk sampai kepada hal itu.

Dalam acara ramah tamah wisudawan (i) kali ini, Rektor IAIN Sultan Amai Gorontalo dalam sambutannya memberikan apresiasi yang sangat tinggi kepada Chendra Makalalag. Sebagai apresiasi atas keberhasilan dan kesuksesan tersebut, Pihak Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan memberikan penghargaan kepada yang bersangkutan, yang diserahkan langsung oleh Rektor IAIN Sultan Amai Gorontalo dan didampingi oleh Dekan FITK dan Ketua Jurusan Pendidikan Bahasa Arab.

Sebagaimana berita yang dirilis Harian Gorontalo Post yang kami kutip dari hargo.co.id berikut:

Pada prinsipnya, keterbasan ekonomi bukanlah penghalang untuk meraih prestasi. Semangat dan kerja keras menjadi hal utama untuk menggapai kesuskesan. Seperti yang dibuktikan Chendra Makalalag,S.Pd peraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi IAIN Sultan Amai Gorontalo

Idham Munder –  Gorontalo Post

Hargo.co.id GORONTALO – Suasana rapat senat terbuka wisuda sarjana dan magister Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo, Kamis (25/8) penuh kemeriahan. Para orang tua, sanak keluarga bergembira ria menyambut keberhasilan anak dan familinya yang telah meraih gelar sarjana.

Seolah tak ada ruang untuk blitz kamera diruangan tertutup lokasi wisuda Auditorium Kampus II Limboto itu, para orang tua dengan penuh kegembiraan berpose, mengabadikan momen bahagia tersebut.

Ditengah cahaya blitz kamera dan kesibukan para orang tua dan wisudawan mengabadikan momen ini, terlihat sosok pria paruh baya, berpenampilan sederhana duduk tertegun dibarisan bagian depan kursi orang tua wisudawan.

Tempat duduk yang memang telah disediakan panitia wisuda. Terlihat penuh bangga dengan mata berkaca-kaca. Dia tak bercakap sedikitpun. Penuh khidmat, pria itu terlihat sesekali menghembuskan nafas panjang menantikan pembacaan nama-nama wisudawan peraih IPK tertinggi yang disampaikan langsung Rektor IAIN Sultan Amai Gorontalo Dr.H.Kasim Yahiji,M.Ag.

Seketika, wajah pria yang belakangan diketahui bernama Ril Makalalag (40-an) warga Kelurahan Poyowa Besar, Kecamatan Kotamobagu Selatan, Kota Kotamobagu, Provinsi Sulawesi Utara itu terlihat gembira, sumbringah hingga tak sadar air matanya menetes, tatkala nama anaknya Chendra Makalalag,S.Pd diumumkan sebagai wisudawan peraih IPK 3,86 tertinggi dan nyaris sempurna dari 545 wisudawan.

“Bangga, luar biasa bangga,” ujarnya ketika diwawancarai Gorontalo Post, disela-sela acara wisuda.

Foto: Idham Munder @Gorontalo Post

Leave a Reply