Gorontalo, Kamis 12 Februari 2026_Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) IAIN Sultan Amai Gorontalo Moh. Asy’ari Husain terpilih menjadi salah satu delegasi dalam Program Pengiriman DAI ke wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar), khususnya di perbatasan dan wilayah khusus di Gorontalo. Kegiatan ini berlangsung selama bulan Ramadan 1447 H/2026 M dan resmi diumumkan pada Kamis, 12 Februari 2026.
Program pengiriman dai yang diselenggarakan oleh instansi terkait bekerja sama dengan kampus dan organisasi keagamaan setempat bertujuan menghadirkan pelayanan dakwah, pendidikan agama, serta pendampingan sosial kepada masyarakat di daerah-daerah yang membutuhkan. Delegasi mahasiswa terpilih akan menjalankan tugas dakwah serta berbagai kegiatan keagamaan dan sosial, termasuk pengajian, kajian tafsir, bimbingan ibadah Ramadan, pelatihan mengaji untuk anak-anak, serta kegiatan kemanusiaan dan edukatif lainnya.
Panitia menyampaikan bahwa seleksi delegasi dilakukan berdasarkan sejumlah kriteria, antara lain kompetensi keagamaan, kemampuan berbahasa Arab, kesiapan mental dan fisik untuk bekerja di daerah terpencil, serta kesiapan akademik dan administratif. “Kami mencari peserta yang tidak hanya kompeten secara ilmu agama, tetapi juga memiliki kemampuan komunikasi dan empati untuk berinteraksi dengan masyarakat di wilayah 3T,” ujar ketua panitia.
Mahasiswa terpilih dari Prodi Pendidikan Bahasa Arab, yang dikenal aktif dalam kegiatan keagamaan kampus dan memiliki pengalaman mengajar, mengaku bersyukur dan siap menjalankan amanah tersebut. Dalam pernyataannya, ia menyampaikan harapan agar keberadaan para dai dapat memberikan manfaat nyata: “Saya merasa terhormat dipercaya menjadi delegasi. Saya berharap bisa berbagi ilmu, memperkuat pemahaman agama, serta membantu masyarakat meningkatkan kualitas ibadah dan pendidikan selama Ramadan.”
Rektor IAIN Sultan Amai Gorontalo menyambut positif keterlibatan civitas akademika dalam program tersebut. Menurutnya, partisipasi mahasiswa dalam kegiatan seperti ini sejalan dengan misi institusi untuk menghasilkan lulusan yang berkompeten secara akademik dan bermoral religius serta berkontribusi pada masyarakat. “Pengiriman DAI ke wilayah 3T merupakan bentuk pengabdian kampus kepada masyarakat. Kami bangga mahasiswa kami terlibat langsung dalam upaya memperkuat dakwah dan pelayanan sosial di daerah-daerah yang membutuhkan,” kata rektor.
Panitia juga menjelaskan bahwa selama bertugas, para delegasi akan mendapatkan pembekalan intensif sebelum diberangkatkan, mencakup materi keagamaan, manajemen kegiatan, keselamatan saat bekerja di daerah terpencil, serta komunikasi lintas budaya. Selain itu, panitia menjamin adanya koordinasi dengan pihak-pihak lokal untuk memastikan kegiatan berjalan aman, tertib, dan bermanfaat bagi masyarakat setempat.
Kegiatan di wilayah 3T selama Ramadan 1447 H/2026 M direncanakan mencakup rangkaian program dakwah dan sosial: pengajian masal, pembinaan qira’ah dan tafsir, pendirian majelis taklim sementara, serta pelayanan konsultasi keagamaan. Panitia berharap program ini dapat mempererat ukhuwah, meningkatkan pemahaman agama yang moderat, serta membuka akses pendidikan agama bagi masyarakat di perbatasan dan wilayah khusus di Gorontalo.
Dengan terpilihnya mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab FITK IAIN Sultan Amai Gorontalo sebagai delegasi, civitas akademika berharap pengalaman ini akan menjadi kesempatan pembelajaran nyata yang memperkaya kompetensi profesional dan spiritual mahasiswa, sekaligus menjadikan kampus sebagai mitra aktif dalam menjawab kebutuhan masyarakat di wilayah 3T.
Untuk informasi lebih lanjut atau liputan kegiatan selama pelaksanaan program, pihak panitia akan menyediakan jadwal kegiatan dan dokumentasi yang dapat diakses oleh media dan publik.
Author : Ria Syarifah
