FESTIVAL LITERASI 2025: RAYAKAN MILAD FLPBA KE-6 DENGAN BERAGAM KEGIATAN EDUKATIF DAN KREATIF

BERITA FORUM LITERASI BERITA HMJ BERITA PRODI

Gorontalo, 27 November 2025 – Forum Literasi Pendidikan Bahasa Arab (FLPBA) IAIN Sultan Amai Gorontalo resmi membuka Festival Literasi 2025, yang dirangkaikan dengan perayaan Milad FLPBA yang ke-6. Acara yang berlangsung dari tanggal 25 hingga 27 November 2025 ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya literasi dalam berbagai aspek kehidupan.

Kegiatan festival kali ini mengusung tiga jenis literasi dasar, yaitu Literasi Baca Tulis, Literasi Finansial dan Keuangan, serta Literasi Budaya dan Kewargaan. Pada hari pertama, FLPBA menggelar Bazar yang berkolaborasi dengan Folk.s, sebuah warung kopi yang berlokasi di depan Prodi IQT, Kampus 2. Acara ini dimulai dari pukul 09.00 hingga 15.00 WITA dan menarik banyak pengunjung untuk berpartisipasi.

Di dalam Bazar, tidak hanya diadakan penjualan berbagai produk, tetapi juga terdapat lapak baca yang disediakan oleh FLPBA. Buku-buku untuk dibaca disiapkan agar pengunjung bisa menikmati waktu luangnya dengan literasi yang bermanfaat. Konsep bazar ini diadopsi dari Pasar Ambuwa Gorontalo, memberikan suasana yang akrab dan menyenangkan bagi pengunjung.

Hari kedua festival diisi dengan kegiatan bedah buku yang difasilitasi oleh Kak Sahrul Muhammad, S.Pd. Ia bertindak sebagai pemantik sekaligus penulis buku “Sebenarnya Apa yang Dicari?” Kegiatan ini dilaksanakan di area Folk.s dari pukul 15.00 hingga 17.30 WITA. Diskusi yang mendalam ini mengajak pengunjung untuk lebih memahami isi buku sekaligus menjalin interaksi yang lebih akrab antar peserta.

Setelah bedah buku, malam harinya digelar Evaluasi Kapabilitas Anggota FLPBA. Evaluasi ini bertujuan untuk menilai program kerja dalam bidang pembelajaran EYD dan Mufradat. Bahan evaluasi mencakup literasi secara umum, kaidah EYD, mufradat, dan literasi bahasa daerah, memberikan ruang bagi anggota untuk mengasah kemampuan mereka.

Malam ketiga festival ditandai dengan malam puncak yang meriah, di mana berbagai pertunjukan seni ditampilkan oleh anggota FLPBA. Rundown acara diawali dengan pembukaan dan pembacaan doa oleh Saudara Ferdi Hasan.

Sambutan disampaikan oleh Ketua Panitia, Empi Djou, dan Ketua FLPBA, Mohammad Zaini Mamonto. Selain itu, Kajur PBA Dr. Ratni Bt. Hj. Bahri, M.Pd.I, turut memberikan sambutan sekaligus menutup seluruh rangkaian acara secara resmi.

Dr. Ratni, mengungkapkan harapan dalam sambutannya, “Saya sangat senang melihat partisipasi yang antusias dari semua peserta dalam Festival Literasi 2025 ini. Kegiatan ini bukan hanya sekadar perayaan, tetapi juga langkah konkret dalam meningkatkan kompetensi literasi di kalangan mahasiswa dan masyarakat. Dengan bertumbuhnya minat baca dan kesadaran akan literasi di semua lini, kita dapat menciptakan generasi yang lebih paham dan peduli terhadap pentingnya pendidikan, budaya, dan kewargaan.”

 

Acara kemudian dilanjutkan dengan pengumuman pemenang Sahabat Literasi sebagai output dari Evaluasi Kapabilitas Anggota FLPBA. Tiga pemenang teratas, Akmal Ali Husain, Fauzan Damulawan, dan Harmun Ishak, mendapat penghargaan dari Ketua Jurusan PBA, Dr. Ratni Bt. Hj. Bahri, M.Pd.I. Pemotongan kue milad menjadi momen yang menambah sukacita di malam puncak ini.

Sebagai penutup, acara diakhiri dengan penayangan video ucapan dari berbagai UKM/UKK dan Ormawa FITK, serta video recap perjalanan FLPBA selama 6 tahun. Pertunjukan seni pun menjadi sorotan malam itu, menampilkan Tari Dana-dana, Pidato dalam dua bahasa, Monolog, dan Musikalisasi Puisi. Berbagai UKM seperti UKM Literasi Penasa, UKM Seni, dan UKM Tilawah juga menyumbangkan penampilan, memperlihatkan kolaborasi yang apik di malam puncak.

Festival Literasi 2025 menjadi momentum penting bagi FLPBA untuk merayakan kiprah mereka dalam dunia pendidikan, sekaligus mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap literasi di berbagai aspek kehidupan. Dengan semangat kolaborasi dan kreativitas, festival ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pengembangan literasi di Gorontalo dan sekitarnya.

 

Author : Ria Syarifah