FITK MENGHADIRKAN TAMU EKSTERNAL PADA KULIAH PAKAR T.A 2022/2023

BERITA FAKULTAS BERITA PRODI

Gorontalo, Rabu 07 September 2022 Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan menggelar Stadium General dalam rangka pembukaan kuliah tahun akademik 2022/2023 bertempat di Gedung Aula Institut IAIN Sultan Amai Gorontalo. Kegiatan ini mengangkat tema tentang “ Sinergitas Qira’ah dengan Tilawah (Perspektif Pendidikan Islam)” dengan menghadirkan pemateri eksternal Prof. Dr. H. M. Ghalib, M.M yang merupakan Direktur Pascasarjana UIN Alauddin Makassar. Turut hadir dalam dalam kegiatan ini Rektor IAIN Sultan Amai Gorontalo Dr. H. Zulkarnain Suleman, M.HI, Wakil Rektor II Dr. Mujahid Damopolii, M.Pd, Ketua Senat Prof. Dr. H. Kasim Yahiji, M.Pd, Dekan FITK beserta jajarannya, Kaprodi, Sekprodi, Dosen dan seluruh mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN Sultan Amai Gorontalo.

Kuliah pakar kali ini pelaksanaannya berbeda dari tahun-tahun sebelumya. Tahun ini kegiatan Kuliah Pakar dirangkaikan dengan Pelepasan Mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) yang sebelumnya telah melaksanakan “Pembekalan PPL” selama dua hari dan dibimbing langsung oleh Pimpinan Fakultas FITK.

Kegiatan diawali dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an oleh Hajaria mahasiswi jurusan Pendidikan Agama Islam. Acara dilanjutkan dengan pemberian sambutan oleh Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah IAIN Sultan Amai Gorontalo Dr. H. Said Subhan Posangi, M.Pd.I.

“Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan sebagai embrio  lahirnya  Institut Agama Islam Negeri Sultan Amai Gorontalo  tentu memiliki tanggung jawab  yang sangat penting  dalam rangka pengembangan kelembagaan  IAIN Sultan Amai Gorontalo. Oleh karena itu kami menyampaikan bahwa hingga saat ini Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan memiliki komitmen dan  ikhtiar bersama untuk bagaimana kita terus bekerjasama dalam rangka meningkatkan kapasitas dari Fakultas Ilmu Tarbiyah sebagai embrio lahirnya Institut Agama Islam Negeri Sultan Amai Gorontalo maka dalam rangka  mendorong hal itu, kita terus melakukan perubahan-perubahan ke arah pengembangan Fakultas”. Ucap Dekan FITK.

Lebih lanjut lagi Dia menyampaikan bahwa “Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN Sultan Amai Gorontalo menjadi salah satu lembaga pendidikan dan tenaga kependidikan yang ada di lingkungan Kementerian Agama  yang diberi tanggung jawab oleh Kementerian Agama untuk menyelenggarakan Pendidikan Profesi Guru (PPG). Oleh karena itu dengan adanya mandatori tersebut Fakultas Ilmu Tarbiyah telah mendapatkan kepercayaan penuh dari Kementerian Agama untuk pengembangan sumber daya tenaga pendidik sehingga atas dasar inilah FITK terus melakukan upaya-upaya dalam  pengembangan SDMnya”. Tutupnya

 

Acara dibuka secara resmi oleh Rektor IAIN Sultan Amai Gorontalo Dr. H. Zulkarnain Suleman, M.HI dengan dua kegiatan sekaligus yaitu “Kuliah Pakar dan “Pelepasan Mahasiswa PPL Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan. Rektor memotivasi dan menitipkan pesan-pesan kepada seluruh mahasiswa PPL yang akan turun ke sekolah-sekolah menjalankan tugas baru mereka sebagai langkah awal untuk mengembangkan kompetensi mereka dalam mengajar, mengolah, mengatur serta melatih emosional agar nantinya dapat menjadi tenaga pendidik yang Profesional setelah mereka menyandang gelar Sarjana.

“Dua event yang kita laksanakan hari ini bertujuan untuk peningkatan sumber daya manusia di IAIN Sultan Amai Gorontalo. Khusus kepada seluruh Mahasiswa PPL kami lepas untuk menjalankan tugas dan tanggungjawab kalian. Praktik Pengalaman Lapangan merupakan implementasi keilmuan yang kalian dapatkan ketikan belajar di IAIN Sultan Amai Gorontalo selama 7 semester. Ini berarti bahwa kalian adalah calon sarjana yang membawa nama baik IAIN di luar sana, maka dari itu saya ingin menitipkan kepada anak-anakku sekalian yang akan turun lapangan bawalah citra harum IAIN itu keluar. Tunjukkan kepada masyarakat ramai bahwa IAIN Gorontalo mampu membimbing kalian sebagai Insan yang memiliki Ilmu Pengetahuan terbaik dan juga memiliki akhlak yang mulia”. Tutur Rektor dalam sambutannya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pemberian materi oleh Narasumber Prof. Dr. H. M. Ghalib, M.M sebagai pembuka Kuliah Pakar hari ini yang dimoderatori oleh Dekan FITK. Materi diawali dengan membaca penggalan ayat dalam Qs. Al-Alaq. Ayat pertama turun ini berisi pengajaran kepada Nabi Muhammad saw untuk membaca dengan menggunakan kata “qira’ah” serta penjelasan tentang Allah dan bahwa Dia adalah sumber Ilmu Pengetahuan. Surah ini memerintahkan kepada Nabi Muhammad saw. Untuk membaca guna memantapkan posisinya sebagai makhluk yang terbaik.

 

Kata “Iqra” terambil dari kata “qaraa” yang pada mulanya berarti menghimpun, dinamakan demikian, karena ketika seseorang membaca, maka pada hakekatnya yang bersangkutan merangkai huruf dan kata , yang selanjutnya melahirkan pengertian. Kata “qaraa” yang kemudian diartikan membaca, pada dasarnya tidak mengharuskan adanya suatu teks tertulis sebagai obyek bacaan, dan tidak pula harus diucapkan sehingga terdengar orang lain. Kata “qaraa” mencakup pengertian membaca, menelaah, meneliti dan mengetahui ciri-ciri sesuatu. Ayat pertama surah al-Alaq ini tidak menyebutkan obyek bacaan. Karena itu ulama berbeda pendapat tentang obyek bacaan yang dimaksud dalam ayat ini. Sebagian ulama berpendapat bahwa yang dimaksud adalah wahyu Allah. Pendapat lain mengatakan bahwa yang dimaksud adalah nama Tuhan, sehingga maksud ayat ini adalah perintah berzikir. Bahkan ada yang mengatakan bahwa obyek bacaan dalam ayat ini mencakup pula telaah terhadap alam raya, masyarakat dan diri sendiri.

Lebih lanjut lagi dijelaskan mengenai makna dari kata “utlu”. Kata tersebut berasal dari kata “tala” yang pada mulanya berarti mengiringi, sehingga perintah membaca dalam ayat ini sebenarnya menekankan agar bacaan tersebut diiringi dan ditindaklanjuti dengan pemahaman yang benar dan pengamalan yang tepat. Dengan demikian salah satu penekanan perintah membaca al-Qur’an dalam ayat ini sebagai bacaan mulia adalah memahami kandungan dari ayat yang dibaca kemudian mengamalkan kandungan ayat tersebut, karena salah satu persoalan yang terkait dengan umat Islam dalam hubungannya dengan al-Qur’an adalah belum diamalkan dan dijadikannya al-Qur’an sebagai pedoman dan pada sisi lain, terdapat pula segelintir umat Islam yang telah merasa menjadikan al-Qur’an sebagai pedoman tetapi justeru pedoman tersebut disalahpahami.

Dengan demikian melakukan pembacaan dengan qiraah yang akan melahirkan ilmu pengetahuan tetapi pembacaan tersebut harus didasarkan pada nama Tuhan. Dan pada sisi lain, cara pembacaan dengan tilawah, mengharuskan pembacanya  mengiringi dan menindaklanjuti bacaan tersebut dengan pemahaman yang benar dan pengamalan yang tepat. Ungkap Prof dalam penjelasannya.

Acara kemudian diakhiri dengan pembagian lokasi PPL serta penyerahan surat tugas pengantaran mahasiswa ke lokasi PPL oleh masing-masing Dosen Pembimbing Lapangan.

 

 

Penulis : Ria Syarifah

 

Leave a Reply