Gorontalo, 22 Oktober 2026 – Dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Amai Gorontalo menerima penghargaan Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya dalam rangkaian Upacara Peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis, 22 Oktober 2026, bertempat di Halaman Rektorat Kampus I UIN Sultan Amai Gorontalo, Jalan Gelatik No. 1, Kota Gorontalo. Upacara yang dimulai pukul 07.00 WITA ini diikuti oleh jajaran pimpinan universitas, aparatur sipil negara (ASN), dosen, tenaga kependidikan, serta pengurus organisasi kemahasiswaan di lingkungan UIN Sultan Amai Gorontalo.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!
Peringatan Hari Santri Nasional tahun 2026 mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”. Momentum ini menjadi sarana refleksi terhadap kontribusi santri dalam memperjuangkan kemerdekaan, menjaga nilai-nilai keislaman, serta membangun peradaban bangsa. Selain memperingati perjuangan dan pengabdian kaum santri, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan penganugerahan Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya kepada ASN yang telah menunjukkan kesetiaan, pengabdian, kecakapan, kejujuran, dan kedisiplinan dalam menjalankan tugas sebagai abdi negara.

Salah satu dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Arab FITK UIN Sultan Amai Gorontalo yang menerima penghargaan tersebut adalah Dr. Ibnu Rawandhy N. Hula, S.S., M.A., dengan Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya 20 Tahun. Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi negara atas pengabdian dan dedikasinya sebagai aparatur sipil negara, khususnya dalam menjalankan tugas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Berdasarkan daftar penerima penghargaan, Dr. Ibnu Rawandhy N. Hula tercatat memiliki pangkat Pembina Tingkat I dengan jabatan akademik Lektor Kepala.

Penganugerahan Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya tersebut merupakan penghargaan dari Presiden Republik Indonesia yang diberikan kepada ASN atas masa pengabdian selama 10, 20, dan 30 tahun sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Berdasarkan daftar penerima yang diterbitkan UIN Sultan Amai Gorontalo, sebanyak 24 ASN tercantum sebagai penerima penghargaan, terdiri atas dua penerima Satyalancana Karya Satya 30 Tahun, 14 penerima Satyalancana Karya Satya 20 Tahun, dan delapan penerima Satyalancana Karya Satya 10 Tahun. Penganugerahan ini menjadi bentuk pengakuan atas kontribusi dan pengabdian para ASN dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan tinggi keagamaan Islam.

Bagi Program Studi Pendidikan Bahasa Arab, penghargaan yang diterima Dr. Ibnu Rawandhy N. Hula, S.S., M.A. merupakan capaian yang membanggakan sekaligus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan profesionalisme dosen. Pengabdian selama dua dekade mencerminkan komitmen dalam menjalankan tanggung jawab akademik, mengembangkan keilmuan bahasa Arab, serta mendukung pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi. Prestasi ini diharapkan dapat memberikan inspirasi bagi seluruh sivitas akademika, khususnya dosen dan mahasiswa PBA, untuk terus berkarya, berinovasi, dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan.

Peringatan Hari Santri Nasional yang dirangkaikan dengan penganugerahan Satyalancana Karya Satya juga mengandung pesan penting mengenai hubungan antara nilai-nilai kesantrian dan profesionalisme aparatur negara. Semangat keikhlasan, kedisiplinan, tanggung jawab, dan pengabdian yang menjadi karakter pendidikan pesantren memiliki relevansi kuat dengan etos kerja ASN di lingkungan perguruan tinggi keagamaan Islam. Nilai-nilai tersebut diharapkan terus terinternalisasi dalam pelaksanaan tugas akademik, pelayanan pendidikan, dan pengembangan kelembagaan menuju perguruan tinggi yang unggul dan berdaya saing.

Melalui momentum Hari Santri Nasional 2026, Program Studi Pendidikan Bahasa Arab FITK UIN Sultan Amai Gorontalo menegaskan pentingnya membangun budaya akademik yang berlandaskan integritas, dedikasi, dan semangat pengabdian. Penghargaan Satyalancana Karya Satya yang diterima salah satu dosennya diharapkan menjadi penyemangat bagi seluruh dosen dan tenaga kependidikan untuk meningkatkan mutu pembelajaran, memperkuat penelitian, memperluas pengabdian kepada masyarakat, serta menghasilkan lulusan yang kompeten, berakhlak mulia, dan mampu berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Author : Ria Syarifah