Gorontalo, 8 Oktober 2026 – Dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Sultan Amai Gorontalo turut berpartisipasi dalam kegiatan Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sultan Amai Gorontalo dan Dinas Kesehatan Pemerintah Kabupaten Gorontalo, yang dirangkaikan dengan layanan cek kesehatan gratis dan kampanye kesehatan mental. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis, 8 Oktober 2026, bertempat di Aula FITK UIN Sultan Amai Gorontalo ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah, khususnya dalam meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya kesehatan fisik dan mental di lingkungan akademik.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sultan Amai Gorontalo, Prof. Dr. Arten H. Mobonggi, M.Pd., dan dihadiri oleh Wakil Dekan I, Dr. Burhanuddin Ak. Mantau, M.Pd., Wakil Dekan II, Dr. Damhuri, M.Ag., Wakil Dekan III, Dr. Hasyim Mahmud Wantu, M.Pd.I., serta Kepala Bagian Tata Usaha FITK, Dra. Asria Mahmud, M.Pd. Turut hadir para pimpinan program studi, dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa di lingkungan FITK UIN Sultan Amai Gorontalo. Kehadiran berbagai unsur sivitas akademika tersebut menunjukkan dukungan terhadap upaya membangun lingkungan kampus yang sehat, produktif, dan berorientasi pada kesejahteraan seluruh warga akademik.

Dalam sambutannya, Dekan FITK, Prof. Dr. Arten H. Mobonggi, M.Pd., menekankan pentingnya membangun sinergi antara lembaga pendidikan tinggi dan instansi pemerintah dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya generasi muda. Beliau menyampaikan bahwa perguruan tinggi tidak hanya bertanggung jawab dalam mengembangkan kemampuan intelektual dan kompetensi akademik mahasiswa, tetapi juga memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang sehat secara jasmani, mental, sosial, dan spiritual. Melalui kerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo, FITK diharapkan dapat mengembangkan berbagai program edukasi kesehatan, pelayanan preventif, serta kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan.

Lebih lanjut, Dekan FITK menggarisbawahi bahwa kesehatan mental menjadi salah satu aspek penting yang perlu mendapatkan perhatian serius di lingkungan perguruan tinggi. Dinamika kehidupan akademik, tuntutan penyelesaian studi, perkembangan teknologi digital, serta tantangan sosial yang dihadapi mahasiswa dapat memengaruhi kesejahteraan psikologis mereka. Oleh karena itu, kampanye kesehatan mental yang dilaksanakan dalam kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan literasi kesehatan mental, mengurangi stigma terhadap individu yang mengalami persoalan psikologis, serta mendorong terciptanya budaya akademik yang inklusif, suportif, dan saling peduli. Menurutnya, lingkungan pendidikan yang berkualitas harus mampu menghadirkan keseimbangan antara pencapaian akademik, pembentukan karakter, dan kesejahteraan psikologis seluruh sivitas akademika.


Selain prosesi penandatanganan MoU, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan layanan cek kesehatan gratis dan kampanye kesehatan mental sebagai bentuk edukasi dan pelayanan kesehatan bagi sivitas akademika. Program tersebut menjadi sarana untuk meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala, penerapan pola hidup sehat, serta pengenalan langkah-langkah menjaga keseimbangan kondisi fisik dan psikologis. Melalui kegiatan ini, mahasiswa dan dosen diharapkan semakin memahami bahwa upaya menjaga kesehatan merupakan bagian penting dalam mendukung keberhasilan proses pembelajaran, peningkatan produktivitas akademik, dan kualitas kehidupan sehari-hari.

Partisipasi dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Arab FITK UIN Sultan Amai Gorontalo dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap penguatan budaya hidup sehat dan pengembangan lingkungan pembelajaran yang humanis. Bagi Program Studi Pendidikan Bahasa Arab, kesadaran terhadap kesehatan mental memiliki keterkaitan erat dengan keberhasilan pembelajaran bahasa, mengingat proses penguasaan keterampilan berbahasa membutuhkan kepercayaan diri, motivasi belajar, keberanian berkomunikasi, dan kondisi psikologis yang kondusif. Oleh karena itu, kampanye kesehatan mental ini diharapkan dapat memberikan wawasan tambahan bagi dosen dalam menciptakan pembelajaran bahasa Arab yang lebih inklusif, menyenangkan, serta memperhatikan kebutuhan emosional dan psikologis mahasiswa.

Melalui penandatanganan MoU antara FITK UIN Sultan Amai Gorontalo dan Dinas Kesehatan Pemerintah Kabupaten Gorontalo, diharapkan terbangun kerja sama yang berkelanjutan dalam bidang edukasi kesehatan, peningkatan literasi kesehatan mental, penelitian kolaboratif, serta pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum penting dalam memperkuat komitmen FITK UIN Sultan Amai Gorontalo untuk menghadirkan pendidikan tinggi yang tidak hanya unggul dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan kompetensi profesional, tetapi juga peduli terhadap kesehatan dan kesejahteraan sivitas akademika. Dengan dukungan seluruh program studi, termasuk Program Studi Pendidikan Bahasa Arab, kolaborasi tersebut diharapkan mampu memberikan kontribusi positif bagi terwujudnya lingkungan kampus yang sehat, berkarakter, dan berdaya saing.

Author : Ria Syarifah