Gorontalo_Mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Arab, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, semester 4 melaksanakan praktikum Qawaidul Imla wal Kitabah berbasis Rapid Typing pada Jumat, 24 April 2026. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Laboratorium Bahasa IAIN Sultan Amai Gorontalo dan menjadi bagian dari upaya peningkatan kompetensi kebahasaan, khususnya dalam penerapan kaidah penulisan serta keterampilan pengetikan cepat yang tetap mengikuti aturan imla dan kitabah. Suasana pelaksanaan praktikum tampak kondusif dengan fokus pada latihan yang terstruktur dan evaluasi selama sesi berlangsung. Dalam pembelajaran berbasis rapid typing, mahasiswa diarahkan untuk tidak hanya memahami teori kaidah, tetapi juga mengimplementasikannya secara praktis melalui latihan penulisan yang dilakukan dalam tempo tertentu.
Pola pembimbingan menekankan ketepatan bentuk tulisan, konsistensi penerapan aturan imla, serta kemampuan mahasiswa menjaga kualitas output meski dalam kondisi waktu yang terbatas. Praktikum ini juga menjadi sarana membiasakan mahasiswa melakukan refleksi terhadap kesalahan, kemudian memperbaikinya berdasarkan umpan balik dosen dan hasil koreksi.
Ketua Jurusan Pendidikan Bahasa Arab menyampaikan bahwa kegiatan praktikum seperti ini penting untuk menjawab kebutuhan pembelajaran yang menuntut penguasaan kaidah sekaligus keterampilan teknis. Ia menilai penerapan rapid typing dapat menjadi jembatan agar mahasiswa lebih siap menghadapi situasi belajar maupun kebutuhan praktik yang menekankan kecepatan kerja tanpa meninggalkan ketepatan kaidah. Menurutnya, laboratorium bahasa berperan strategis karena menyediakan ruang latihan yang lebih intensif, terpantau, dan memungkinkan pembinaan yang lebih spesifik terhadap kemampuan tiap mahasiswa.
Dr. Ibnu Rawandhy N. Hula, SS., M.A., selaku dosen pengampuh mata kuliah Qawaidul Imla wal Kitabah, menyampaikan bahwa penggunaan pendekatan rapid typing bertujuan melatih kesiapan mahasiswa dalam situasi belajar maupun keterampilan menulis yang menuntut kecepatan tanpa mengorbankan ketepatan. Beliau menilai bahwa latihan berbasis tempo dapat membentuk kebiasaan kerja yang lebih disiplin, karena mahasiswa terdorong untuk membaca, memahami kaidah, lalu langsung mempraktikkannya dengan lebih cepat dan terukur.

Lebih lanjut, Dr. Ibnu menekankan bahwa Rapid Typing bukan semata-mata untuk mengejar kecepatan, melainkan untuk menguatkan proses berpikir kebahasaan. Menurutnya, ketika mahasiswa dipacu untuk mengetik atau menulis dalam waktu terbatas, mereka akan lebih terdorong memerhatikan detail kaidah, seperti aturan penulisan yang benar dan konsistensi bentuk kata. “Kaidah harus menjadi pegangan utama; kecepatan hanyalah efek dari pemahaman yang kuat,” tuturnya dalam kegiatan tersebut.
Selain itu, beliau menyampaikan pandangan bahwa kompetensi Qawaidul Imla wal Kitabah akan lebih efektif berkembang bila mahasiswa mendapatkan latihan yang berulang, terukur, dan langsung mendapat koreksi. Melalui pendekatan yang dipadukan dengan latihan rapid typing, mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang lebih nyata, karena proses pembelajaran tidak berhenti pada pemahaman konsep, tetapi berlanjut pada implementasi langsung di laboratorium. Hal ini, menurut Dr. Ibnu, menjadi bekal penting untuk membentuk calon pendidik yang mampu mengajarkan imla dan kitabah secara sistematis kepada peserta didik nantinya.
Sebagai penutup, kegiatan praktikum di Laboratorium Bahasa IAIN Sultan Amai Gorontalo menunjukkan bahwa pembelajaran Qawaidul Imla wal Kitabah dapat dirancang lebih menarik dan efektif dengan memanfaatkan metode berbasis rapid typing. Dr. Ibnu berharap mahasiswa tidak hanya berhasil menyelesaikan latihan pada hari itu, tetapi juga menjadikan kaidah imla dan kitabah sebagai kebiasaan akademik yang terus dilatih. Melalui kegiatan seperti ini, kualitas penguasaan kaidah dan keterampilan praktik mahasiswa diharapkan semakin meningkat, sekaligus memperkuat kesiapan mereka dalam menjalankan peran sebagai calon guru Pendidikan Bahasa Arab.
Author : Ria Syarifah