Gorontalo – Dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) IAIN Sultan Amai Gorontalo mengikuti kegiatan Penguatan Mutu Akreditasi Berdasarkan Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) pada Rabu, 10 Juni 2026, bertempat di Aula Rektorat Lantai 4. Dari Prodi PBA hadir Ketua Jurusan PBA Mukhtar I. Miolo, M.Pd., Sekretaris Jurusan Suharia Sarif, M.Pd.I., serta dosen Dr. Ibnu Rawandhy N. Hula, S.S., M.A. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya institusi dalam memperkuat budaya mutu dan meningkatkan kesiapan program studi menghadapi sistem akreditasi yang mengacu pada regulasi terbaru dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Rektor IAIN Sultan Amai Gorontalo, Prof. Dr. Ahmad Faisal, M.Ag., dan dihadiri oleh seluruh unsur pimpinan di tingkat institut, fakultas, dan program studi, kepala lembaga, tenaga kependidikan, serta dosen. Dalam sambutannya, Rektor menegaskan bahwa akreditasi tidak boleh dipandang semata-mata sebagai agenda administratif atau pemenuhan dokumen, tetapi harus menjadi instrumen untuk membangun sistem pendidikan tinggi yang berkualitas dan berkelanjutan. Menurutnya, penerapan Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2025 menuntut setiap perguruan tinggi untuk melakukan transformasi tata kelola mutu yang lebih terukur, transparan, dan berorientasi pada dampak.

Prof. Ahmad Faisal juga menekankan pentingnya sinergi seluruh sivitas akademika dalam membangun budaya mutu yang kuat. Ia mengajak seluruh pimpinan, dosen, dan tenaga kependidikan untuk menjadikan mutu sebagai bagian dari pekerjaan sehari-hari, bukan hanya ketika menghadapi proses akreditasi. Rektor berharap seluruh unit kerja mampu menyiapkan data yang valid, terdokumentasi dengan baik, serta menunjukkan berbagai capaian kinerja yang berdampak nyata bagi mahasiswa, masyarakat, dan pengembangan institusi. Menurutnya, keberhasilan akreditasi merupakan hasil kerja kolektif seluruh elemen kampus.
Materi penguatan mutu disampaikan oleh Prof. Dr. Slamet Wahyudi, S.T., M.T., Dosen Universitas Brawijaya dan juga sebagai Dewan Eksekutif BAN-PT yang merupakan pakar penjaminan mutu pendidikan tinggi sangat berpengalaman dalam berbagai proses akreditasi Nasional. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bahwa Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2025 membawa paradigma baru dalam sistem akreditasi perguruan tinggi dan program studi yang lebih menitikberatkan pada capaian kinerja, luaran, serta dampak penyelenggaraan pendidikan tinggi. Perguruan tinggi tidak lagi hanya dinilai berdasarkan kelengkapan dokumen, tetapi juga berdasarkan efektivitas implementasi sistem mutu dan kontribusinya terhadap peningkatan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Lebih lanjut, Prof. Slamet Wahyudi menjelaskan bahwa terdapat beberapa aspek strategis yang menjadi fokus penilaian dalam sistem akreditasi terbaru, antara lain tata kelola institusi, kualitas pembelajaran, kinerja dosen, produktivitas penelitian, luaran pengabdian kepada masyarakat, kerja sama institusional, serta keberhasilan lulusan di dunia kerja. Ia menekankan pentingnya penguatan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) yang terintegrasi dengan perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, pengendalian, dan peningkatan standar secara berkelanjutan. Selain itu, setiap program studi dituntut mampu menghadirkan bukti nyata atas pencapaian indikator kinerja utama yang telah ditetapkan.

Dalam sesi diskusi, peserta diberikan kesempatan untuk mendalami berbagai tantangan implementasi Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2025 di lingkungan perguruan tinggi keagamaan. Berbagai pertanyaan muncul terkait strategi penyusunan dokumen mutu, pengelolaan data akreditasi berbasis digital, penguatan tracer study alumni, serta peningkatan relevansi kurikulum dengan kebutuhan dunia kerja. Prof. Slamet Wahyudi menegaskan bahwa keberhasilan akreditasi sangat ditentukan oleh konsistensi pengelolaan data dan budaya evaluasi yang dilakukan secara berkala, bukan hanya menjelang proses asesmen lapangan. Tak hanya itu saja, pada proses Akreditasi ke depannya sudah berbasis online melalui aplikasi SAPTO (Sistem Akreditasi Perguruan Tinggi Online).

Bagi Program Studi Pendidikan Bahasa Arab FITK IAIN Sultan Amai Gorontalo, keikutsertaan dalam kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat pemahaman tentang kebijakan akreditasi terbaru sekaligus meningkatkan kesiapan menghadapi berbagai proses penjaminan mutu di masa mendatang. Sekretaris Jurusan PBA, Suharia Sarif, M.Pd.I., menyampaikan bahwa materi yang diperoleh akan menjadi bekal berharga dalam memperkuat tata kelola program studi, meningkatkan kualitas layanan akademik, serta mengoptimalkan capaian kinerja tridharma perguruan tinggi. Melalui kegiatan ini, Prodi PBA berkomitmen untuk terus mengembangkan budaya mutu yang berkelanjutan guna mendukung terwujudnya visi IAIN Sultan Amai Gorontalo sebagai perguruan tinggi yang unggul, kompetitif, dan berdaya saing di tingkat Global.
Author : Ria Syarifah