Gorontalo_ Jurusan Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan terus berbenah dengan melakukan berbagai kegiatan yang mendukung untuk mencapai tujuan tersebut. Salah satu upaya yang ditempuh yaitu menyelenggarakan kegiatan Internasional Guest Lecturer. Kegiatan yang berlangsung di Aula Institut IAIN Sultan Amai Gorontalo menghadirkan keynote speaker Internasional yang sangat mumpuni dalam bidang keilmuannya Syaikh Mohamad Abu Leil Ulama Palestina dan Hafidz bersanad. Tema yang diusung “The Extinction Preservation Of Arabic In Conflict Countries (Pelestarian Kepunahan Arab Di Negara-Negara Konflik)” Sabtu, 08 April 2023.
Hadir dalam kegiatan ini Wakil Dekan III Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Kepala Pusat Pengembangan Bahasa, Ketua Jurusan PBA Pascasarjana, Ketua Jurusan PBA FITK, Sekretaris Jurusan PBA, Para Dosen, Mahasiswa dan Ketua Komite Nasional Rakyat Palestina (KNRP) Gorontalo Novianita Achnad, M.Si bersama Tim.

Acara diawali dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an, lalu dilanjutkan dengan sambutan oleh Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dalam hal ini diwakili oleh Wakil Dekan III Dr. Damhuri, M,Ag. Dalam sambutannya menyampaikan bahwa “Kami sangat berterima kasih atas terselenggaranya kegiatan ini dengan menghadirkan seorang Ulama yang memiliki keluasan Ilmu Agama dan Hafalan Qura’annya. Hal ini menjadi satu kehormatan bagi kampus IAIN Sultan Amai Gorontalo dan terkhusus bagi Jurusan Pendidikan Bahasa Arab FITK. Semoga ini dapat memberikan spirit bagi Jurusan PBA dalam upaya meningkatkan mutu kelembagaan agar dapat mengantarkan jurusan PBA menuju akreditasi Unggul nantinya. Ucap Wadek III FITK.
Ketua Jurusan Pendidikan Bahasa Arab Dr. Ratni Bt. Hj. Bahri, M.Pd.I, hadir dan turut memberikan sambutan. Dalam penyampaiannya Ratni menuturkan “Sebagai salah satu jurusan yang menyandang status Akreditasi A, tentu kami terus berupaya menjaga eksistensinya dengan menyelenggarakan berbagai kegiatan dalam rangka meningkatkan mutu kelembagaan dan kebahasaan jurusan ini. Upaya tersebut, alhamdulillah dapat terwujud hari ini yang terbalut dalam kegiatan Internasional Lecture menghadirkan pemateri dari Palestina. Kami pun sangat berterima kasih kepada KNRP yang telah memfasilitasi dan turut andil dalam menyukseskan kegiatan ini. Semoga ini menjadi langkah baik bagi Jurusan PBA untuk menindaklanjuti dalam bentuk kerjasama dengan KNRP Gorontalo. Harapannya, dengan hadirnya kegiatan ini dapat memberikan manfaat keilmuan bagi semua yang hadir terkhusus bagi jurusan PBA IAIN Gorontalo”.Tutup Kajur PBA dalam sambutannya.
Selanjutnya Muhammad Lahay mahasiswa Jurusan PBA semester 6 selaku moderator mengambil alih kegiatan. Seminar pun diawali dengan penyampaian materi oleh keynote speaker Syaikh Mohamad Abu Leil yang mengangkat tema tentang “Imtiyaz Al-Qur’an fi tauhid al-Lughah al-‘Arabiyyah wa Syu’ub as-Syarq al-Aushath. Dalam penjelasannya mengungkapkan bahwa Al-Qur’an memiliki beberapa keistimewaan dalam menyatukan bahasa Arab dan masyarakat Timur Tengah. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor penting yang mempengaruhinya yaitu; bahasa Arab sebagai bahasa Al-Qur’an. Lebih jauh ia menjelaskan bahwa Al-Qur’an diturunkan dalam bahasa Arab, Oleh karena itu bahasa Arab menjadi bahasa suci serta universal bagi umat Islam di seluruh dunia. Setiap muslim dari berbagai latar belakang etnis dan budaya belajar bahasa Arab untuk membaca, menghafal dan memahami Al-Qur’an. Dengan demikian, Al-Qura’an berperan dalam menyatukan jutaan Muslim dari berbagai negara, etnis dalam kecintaan serta penggunaan bahasa Arab sebagai bahasa keagamaan dan komunikasi.
Faktor lain menurutnya adalah penggunaan standar bahasa sebab Al-Qur’an telah menetapkan standar bahasa Arab yang tinggi dan konsisten. Bahasa yang digunakan dipandang sebagai model sempurna bagi penutur Arab dan digunakan sebagai acuan untuk komunikasi secara lisan maupun tulisan. Ini mengarah pada adopsi bahasa Arab yang lebih klasik sehingga menyatukan masyarakat Timur Tengah dalam penggunaan standar bahasa yang sama. Tak hanya itu saja, konservasi budaya, pusat ibadah, budaya ilmu dan pendidikan juga menjadi faktor lain dalam menyatukan bahasa Arab dan Timur Tengah.

Menariknya, meskipun Al-Qur’an berperan penting dalam menyatukan bahasa Arab dan masyarakat Timur Tengah, perlu diingat bahwa keragaman budaya, adat istiadat, dan sejarah regional tetap ada. Al-Qur’an berfungsi sebagai perekat spritual dan linguistik tetapi keanekaragaman ini juga bagian penting dari identitas masyarakat di wilayah tersebut”. Tutup Syaikh dalam penjelasnnya.
Materi dilanjutkan oleh Dr. Hairuddin, Lc.,M.Pd.I Ketua Jurusan Pendidikan Bahasa Arab Pascasarjana IAIN Sultan Amai Gorontalo yang bertindak sebagai pembading I dengan mengambil tema tentang “Asbab Dho’fi al-Lughah al-‘Arabiyyah fi an-Nas. Menurutnya, sebagai bahasa yakni bahasa Arab tidak memiliki kelemahan intrinsik, ini merupakan sistem komunikasi yang sangat berfungsi dan dikembangkan dengan baik untuk menyampaikan gagasan dan informasi. Namun, tak dapat dipungkiri bahwa beberapa faktor dapat pula menyebabkan sebagian orang merasa bahwa bahasa Arab itu memiliki beberapa tantangan dan kelemahan, antaralain; adanya kompleksitas tata bahasa, perbedaan dialek, huruf Arab yang berbeda dari huruf yang mungkin tidak ada dalam sistem tulis lainnya sehingga hal ini menjadi tantangan bagi mereka yang belajar dari nol. Selain itu, adanya kesulitan pengucapan dan perbedaan kosakata bahasa Arab yang mungkin tidak memiliki padanan langsung dalam bahasa lain.
Pemaparan materi selanjutnya oleh Ketua Jurusan Pendidikan Bahasa Arab Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Dr. Ratni Bt. Hj. Bahri, M.Pd.I, dalam kesempatan ini bertindak sebagai pembanding II membawakan materi mengenai “Dukhul al-Lughah al-‘Arabiyyah wa Intisyaruha fi Indunisiya wafqon lil antropolijiya al-lughawiy”. Dalam penjelasannya menyatakan bahwa masuk dan menyebarnya bahasa Arab di Indonesia merupakan hasil dari interaksi antarbudaya yang kompleks dan dapat dijelaskan melalui sudut pandang antropologi lingguistik. Beberapa faktor tentu sangat berperan dalam proses ini antara lain; hubungan perdagangan dan politik, dimana bahasa Arab masuk ke wilayah Indonesia melalui jalur perdagangan terutama melalui jalur perdagangan laut antara wilayah Arab dan Nusantara. Faktor lainnya disebabkan oleh Islamisasi, dimana Islam masuk di Indonesia membawa bahasa Arab sebagai bahasa suci dalam agama Islam. Para ulama, pedagang, dan pelajar Islam pada saat itu memperkenalkan bahasa Arab dalam konteks keagamaan termasuk praktik ibadah, penulisan kitab, komunikasi lisan maupun tulisan dalam lingkungan keagamaan.
Lebih lanjut lagi Ratni menjelaskan bahwa selain faktor yang disebutkan sebelumnya, pendidikan dan Ilmu Pengetahuan juga termasuk salah satu faktor yang berperan dalam penyebaran bahasa Arab, sebab bahasa ini menjadi bahasa pendidikan dan ilmu pengetahuan di pesantren dan madrasah Islam di Indonesia. Dalam konteks antropologi linguistik, proses masuk dan penyebaran bahasa Arab di Indonesia menggambarkan bagaimana bahasa berfungsi sebagai alat komunikasi dan identitas budaya dalam interaksi antara kelompok budaya yang berbeda.
Acara kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dalam hal “Penguatan Mutu dan Kelembagaan Bahasa Internasional” antara Jurusan Pendidikan Bahasa Arab dengan Komite Nasional Rakyat Palestina (KNRP) Provinsi Gorontalo yang dihadiri langsung oleh Ketua KNRP Provinsi Gorontalo Novianti Achnad, M.Si. Dalam kesempatan ini didampingi oleh Wakil Dekan FITK Dr. Damhuri, M.Ag dan Kepala Pusat Pengembangan Bahasa IAIN Sultan Amai Gorontalo Dr. Ibnu Rawandhy N. Hula, SS.,M.A.

Penandatanganan MoU Jurusan PBA IAIN Gorontalo dan KNRP Provinsi Gorontalo
Semoga dengan adanya kegiatan ini dapat menambah wawasan dan informasi keilmuan dan kebahasaan terkhusus bagi Dosen dan Mahasiswa Jurusan PBA. Dan bagi jurusan sendiri dapat membantu dalam penguatan mutu kebahasaan dan kerjasama Internasional untuk mewujudkan Akreditasi Unggul di masa mendatang.
Kagiatan pun diakhiri dengan pemberian cendramata kepada pemateri dan foto bersama dengan seluruh peserta yang hadir.
Penulis : Ria Syarifah
Editor : Tim Narasi PBA